SURYA,S WEBSITE

  1. DARMA

Komplikasi Anemia Sering tak Terduga

ANEMIA merupakan salah satu faktor dekompensasi jantung. Sedangkan anemia berat tanpa disertai penyakit jantung dapat saja mengakibatkan heart failure (gagal jantung). Dr Wiwied Setyowati

ANEMIA adalah keadaan di mana sel darah merah (erythrocyt) atau haemoglobin (Hb) atau keduanya mengalami penurunan kemampuan mengangkut oksigen. Akibatnya jaringan mengalami kekurangan oksigen. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kriteria anemia:
l Pada pria, kadar Hb kurang dari 13 persen
l Pada wanita, kadar Hb kurang dari 12 persen
Yang paling umum terjadi adalah anemia akibat defisiensi besi (Fe), kata Dr Wiwied Setyowati seperti dikutip Panasea, terutama pada penderita yang mengalami pendarahan cukup banyak. Anemia pada ibu hamil bisa terjadi karena kebutuhan Fe memang meningkat atau asupan kurang/rendah sehingga tidak mencukupi tingkat yang dibutuhkan.
Defisiensi vitamin B12 juga dapat menyebabkan terjadinya anemia pernisiosa. Dan memang, banyak penyebab anemia ini baik yang bersifat kongenital maupun akibat proses infeksi, terutama yang bersifat kronis –seperti pada pasien gagal ginjal kronik, TBC paru. Anemia banyak dialami orang yang baru sembuh dari sakit, ibu hamil dan menyusui, serta manula.
Ternyata pula, anemia memang banyak dialami wanita, terutama pada kelompok umur yang setiap bulannya masih mengalami menstruasi. Demikian pula angka kehamilan dengan penyulit anemia, masih relatif tinggi. Ini dipicu peningkatan keperluan zat-zat gizi dan perubahan yang terjadi pada sumsum tulang.
Selama kehamilan seorang wanita mengalami peningkatan plasma darah sampai 30 persen, sel darah 18 persen tetapi Hb hanya bertambah 19 persen. Akibatnya frekuensi anemia pada kehamilan cukup tinggi, 10-20 persen.
Penderita anemia akan mengalami gejala bervariasi, mulai dari anemia ringan sampai yang berat, tergantung kadar Hb-nya. Gejala sering muncul di antaranya lemah, rasa lelah, pucat, gejala dan tanta-tanda neurologik seperti mudah kesemutan pada tungkai terutama pada anemia akibat defisiensi vitamin B12 serta gejala kompensasi dan gangguan jantung.
Anemia berat sering menimbulkan dispnoe, yaitu sesak yangt timbul pada saat melakukan exercise (latihan/olahraga). Pada anemia sangat berat dengan konsentrasi haemoglobin 3 g-persen, dispnoe justru muncul saat istirahat. Penderita anemia berat dapat mengalami gagal jantung kongestif terutama pada orangtua yang juga disertai penyakit jantung degeneratif.
Anemia merupakan salah satu faktor penyulut dekompensasi jantung. Meskipun demikian, anemia berat tanpa disertai penyakit jantung dapat juga memicu terjadinya heart failure (gagal jantung) –biasanya dengan kadar Hb kurang dari 6 g-persen telah dapat memicu keadaan tersebut.
Kegagalan fungsi jantung ini disebabkan miokardium jantung, yang mengalami kekurangan suplai oksigen. Akibatnya otot-otot jantung tidak sanggup lagi melaksanakan tugas tambahan untuk meningkatkan curah jantung. Jika demikian, biasanya disertai dengan munculnya pembengkakan (oedema) ringan pada kaki.
Anemia ringan dapat pula menyebabkan angina, terutama pada orangtua. Jika anemia sebagai pencetus angina, harus segera diobati. Dengan obat yang adekuat, pasien akan segera sembuh kembali (reversible). (ros)

Anemia pada Wanita Hamil
BERBAGAI gangguan akan dialami wanita hamil dan janinnya, jika si ibu anemia. Pengaruh kurang baik ini berlangsung selama kehamilan, saat persalinan atau selama memasuki masa nifas dan masa laktasi serta waktu selanjutnya. Banyak penyulit dapat muncul pada kehamilan dengan anemia, di antaranya abortus, partus permaturus (lahir prematur), lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim, pendarahan post-partum, rentan infeksi, dan rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari 4 g-persen.
Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan, meskipun tak disertai perdarahan. Bisa juga terjadi kematian bayi dalam kandungan, kematian bayi pada usia sangat muda, prematuritas (lahir prematur), serta cacat bawaan.
Untuk mendapatkan diagnosa tepat, diperlukan pemeriksaan darah lengkap dan pemeriksaan apus darah. Dengan pemeriksaan ini dapat ditemukan penyebab anemianya –pada kehamilan umumnya disebabkan kekurangan Fe. Ini terjadi karena tidak tercukupinya kandungan unsur besi dalam menu sehari-hari, gangguan penyerapan dalam usus, gangguan metabolisme, atau banyaknya Fe keluar dari badan akibat perdarahan.
Pengobatan wanita hamil anemia biasanya dengan pemberian obat yang mengandung Fe, atau Fe Glukolat. Untuk pencegahan anemia, wanita hamil diberikan Fe sehari sekali dan disertai meningkatkan konsumsi sayuran segar, yang banyak mengandung vitamin serta mineral.
Pemicu anemia selain yang disebutkan di atas antara lain adanya penyakit-penyakit kronis seperti malaria, infeksi cacing tambang, dan penyakit tumor ganas. Sudah pasti, penyakit berat ini akan memperparah keadaan penderita/ibu hami

Perawatan Postnatal Bayi Baru Lahir

Terutama bagi dukun bersalin pengetahuan ini pantas disimak. Yakni bagaimana meminimalkan risiko infeksi bayi baru lahir. Cara-cara berikut adalah seperti yang dimuat buku Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas, yang dipublikasi Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo:

* Pakai sarung tangan dan apron plastik atau karet kalau menangani bayi, sampai darah, mekonium, atau cairan amnion dibersihkan dari kulit bayi.

* Bersihkan darah dan cairan tubuh lainnya secara berhati-hati dengan menggunakan kapas (bukan kasa) yang dicelupkan ke dalam air hangat dan diikuti dengan pengeringan kulit.

* Cuci tangan sebelum memegang atau merawat bayi. Alternatifnya dapat menggunakan produk antiseptik berbasis alkohol tak berair.

* Tunda membersihkan bayi baru lahir sampai suhunya stabil (biasanya enam jam). Yang sangat penting adalah area pantat dan perineal.

Area ini harus selalu dibersihkan pada setiap penggantian popok atau kalau diperlukan dengan menggunakan kapas yang dicelupkan ke dalam air sabun (sabun khusus bayi) hangat, kemudan dikeringkan hati-hati.

* Gaun penutup atau masker tidak diperlukan sewaktu menangani bayi.

* Tidak ada satu cara perawatan tali pusat yang terbukti paten dalam mencegah infeksi atau kolonisasi.

Perawatan tali pusat secara umum adalah:

* Cuci tangan atau pakailah antiseptik pencuci tangan sebelum dan sesudah perawatan tali pusat.

* Tali pusat harus bersih dan kering.

* Jangan tutupi tali pusat dengan gurita.

* Diaper/popok dilipat di bawah puntung tali pusat.

* Jika puntung tali pusat kotor, hati-hati mencuci dengan air matang yang diberi sabun, bersihkan dengan air matang dan keringkan dengan kain bersih.

* Jelaskan pada ibu, jika puntung tali pusat menjadi merah atau bernanah, bawa bayi ke klinik atau rumah sakit secepatnya.(***)

Cara Perwatan Bayi

MANDI

1. Mandikan bayi dengan air hangat 2 (dua) kali sehari, pagi dan sore sesuai dengan cara yang sudah diperagakan

2. Tidak dianjurkan menggunakan bedak

3. Tidak dianjurkan menggunakan gurita pada bayi

PERAWATAN TALI PUSAT

PERSIAPAN ALAT

1. Alkohol 70%

2. Bethadine solution

3. Kassa steril

4. Plester non alergi

CARA :

1. Letakkan alat-alat yang akan dipakai didekat bayi.

2. Cuci tangan sebelum melakukan perawatan tali pusat

3. Cara mengganti pembungkus tali pusat:

· Buka kassa pembungkus yang lama, bersihkan sekitar pangkal pusat dengan kassa steril yang telah dibasahi alkohol 70%. Jika tali pusat kering, bersihkannya dari pangkal ke ujung dan jika tali pusat basah, bersihkannya dari ujung ke pangkal.

· Tutup dengan kassa steril kering dan rekatkan dengan plester

4. Lakukan perawatan tali pusat 2 kali sehari, pagi dan sore atau jika kotor

5. Bila tali pusat puput, bekas pangkalnya diolesi bethadine solution selama masih tampak basah dan tutup dengan kassa steril. Tidak dianjurkan menaburkan bedak atau benda apapun (kain/uang benggol) pada pangkal tali pusat yang masih basah

6. cuci tangan sesudag melakukan perawatan tali pusat

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Awas bahaya :

1. Tetanus Neonatorum, yaitu tetanus pada bayi yang ditandai dengan kejang atau mulut mencucu

2. Infeksi tali pusat yang ditandai dengan pangkal tali pusat tampak basah, berbau, kulit sekitar pangkal tali pusat kemerahan dan kadang-kadang bernanah

3. Ikterus/kuning

4. Waspada bila bayi ibu lemah, malas minum, muntah dan demam.

PEMBERIAN MINUM

1. ASI adalah makanan/nutrisi yang terbaik untuk bayi. Berikan ASI secara teratur atau sesering mungkin sesuai kebutuhan bayi

2. Bila setelah minum, bayi tidur/tenang berarti ASI ibu cukup. Bila bayi masih gelisah sedangkan ASI pada payudara ibu sudah habis, mungkin bayi ibu memerlukan susu tambahan

3. Jenis dan takaran susu formula harus sesuai dengan aturan pabrik

4. Cuci tangan sebelum dan sesudah membuat susu formula

5. Sesudah pemberian susu, bilas mulut bayi dengan memberikan air putih 2-3 sendok teh

6. Sendawakan bayi setiap selesai minum dengan cara menepuk-nepuk punggung bayi dengan lembut hingga bayi sendawa.

Juni 6, 2008 at 4:27 am 1 komentar


Oktober 2014
S S R K J S M
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip

PERTANYAAN SEPUTAR KONDOM

Apakah kondom ? Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang terbuat karet/lateks, berbentuk tabung tidak tembus cairan dimana salah satu ujungnya tertutup rapat dan dilengkapi kantung untuk menampung sperma. Bagaimana gambaran fisik kondom ? Kebanyakan kondom terbuat dari karet lateks tipis, tetapi ada yang membuatnya dari jaringan hewan (usus kambing) atau plastik (polietilen). Sekarang banyak jenis kondom yang berbeda dalam hal : Bentuk : Ada yang ujungnya rata, ada juga yang ujungnya memiliki penampung untuk penampung sperma. Pada saat ini yang banyak beredar di pasaran adalah bentuk kondom yang memiliki bundaran kecil di ujungnya sebagai penampung sperma. Warna : Ada yang tidak tembus pandang, ada pula yang transparan, dengan berbagai macam warna. Sekarang ini, Jenis transparan dengan berbagai macam warna sesuai aroma adalah yang banyak beredar di pasaran. Lubrikasi : Ada yang menggunakan minyak silikon, Jelly, bedak atau yang kering. Jelly dan bedak untuk saat ini jarang digunakan pada kondom yang beredar di Indonesia. Ketebalan : Kondom memiliki ketebalan yang standar dan tipis. Biasanya orang cenderung memilih yang sangat tipis untuk kenyamanan dalam pemakaian. Permukaan : Hem, bergelombang, tidak licin. Sekarang ini permukaan kondom semakin bervariatif. Para produsen kondom lebih kreatif untuk menarik konsumen untuk menggunakan kondom. Misalnya saja sekarang banyak beredar kondom yang bergerigi, berulir dll. Hal ini betujuan untuk menambah sensasi dalam hubungan suami istri yang menggunakan kondom. Spermicida : Kondom yang beredar ada yang menggunakan spermicida, ada juga yang tidak. Spermicida yang digunakan biasanya nonoxyne-9 atau menfegol. Spermicida berfungsi untuk membunuh sperma. Penggunaan spermicida ini untuk menambah efektifitas kondom sebagai alat kontrasepsi Bagaimana kondom bisa berfungsi sebagai alat kontrasepsi ? Kondom akan menghalangi sperma masuk ke dalam rahim, sehingga akan melindungi wanita dari kehamilan yang tidak diinginkan, karena sel sperma dan sel telur tidak bertemu. Kapan kondom digunakan ? 1. Bila hubungan seksual dilakukan pada saat istri sedang dalam masa subur 2. Bila istri tidak cocok dengan semua jenis alat/metode kontrasepsi 3. Setelah vasektomi kondom perlu dipakai sampai enam minggu 4. Sementara menunggu penggunaan metode/alat kontrasepsi lainnya 5. Bagi calon peserta Pil KB yang sedang menunggu haid 6. Apabila lupa minum pil KB dalam jangka waktu lebih dari 36 jam 7. Apabila salah satu dari pasangan suami istri menderita Penyakit Menular Seksual termasuk HIV/AIDS 8. Dalam keadaan tidak ada kontrasepsi lain yang tersedia atau yang dipakai pasangan suami istri 9. Sementara menunggu pencabutan implant/susuk KB/alat ontrasepsi bawah kulit, bila batas pemakaian implant telah habis. Bagaimanan cara menggunakan kondom ? 1. Pegang bungkus kondom dengan kedua belah tangan, lalu dorong kondom dengan jari ke posisi bawah. Tujuannya agar tidak tersobek saat membuka bungkusnya. Selanjutnya sobek bagian atas bungkus kondom 2. Dorong kondom dari bawah agar keluar dari bungkusnya, kemudian pegang kondom dan perhatikan bagian yang menggulung harus berada di sebelah luar 3. Pencet ujung kondom dengan ibu jari dan telunjuk agar tidak ada udara yang masuk dan letakan pada kepala penis. 4. Pada saat kondom dipasang, penis harus dalam keadaan tegang (ereksi). Pasanglah kondom dengan menggunakan telapak tangan untuk mendorong gulungan kondom hingga pangkal penis (jangan menggunakan kuku karena kondom dapat robek). 5. Setelah ejakulasi, cabut penis dari vagina ketika masih ereksi, dan tahan kondom di pangkal penis dengan jari agar kondom tidak lepas dan tidak meninggalkan air mani di vagina 6. Setelah menggunakan, ikat kondom agar cairan sperma tidak keluar. Kondom bekas langsung dibuang ke tempat yang seharusnya, untuk mencegah mengkontaminasi orang lain, terutama anak-anak. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kondom 1. Periksalah tanggal kadaluwarsa pada bungkus kondom. Periksalah kondisi bungkus kondom, jangan menerima atau membeli kondom yang bungkusnya sudah rusak, ada gelembung udara di dalamnya dan berlubang 2. Gunakan kondom baru setiap kali bersanggama 3. Hati-hati membuka bungkus kondom, jangan sampai kondom sobek. 4. Pasang kondom sebelum kontak genital, untuk mencegah masuknya sperma atau bibit penyakit ke dalam vagina, (atau sebaliknya) 5. Hati-hati dalam memasang dan melepaskan kondom bagi mereka yang memiliki kuku panjang atau cincin dengan bagian yang tajam 6. Jika pelican yang ada pada kondom dirasa kurang, gunakan lubrikan atau jelly yang dianjurkan. Jangan gunakan bahan-bahan seperti vaselin, lotion, atau produk minyak lainnya, karena dapat meningkatkan kemungkinan robeknya kondom. 7. Bila kondom pecah atau robek selama senggama, gunakan segera spermisida (busa atau gel), dan pertimbangkan menggunakan kontrasepsi darurat, untuk mencegah terjadinya kehamilan. 8. Simpan persediaan kondom di tempat yang sejuk dan kering. Jauhkan kondom dari sinar lampu neon, TL dan letakan di tempat yang tidak terkena matahari langsung atau di tempat yang panas. 9. Sebaiknya tidak meletakan kondom di saku celana, karena suhu tubuh dapat mempengaruhi kualitas kondom. Jangan gunakan kondom bila terlihat rusak atau lapuk, karena cenderung robek. Apakah kelebihan kondom ? 1. Efektif sebagai alat kontrasepsi bila dipakai dengan baik dan benar 2. Murah dan mudah didapat tanpa resep dokter dan dapat didistribusikan oleh dan untuk masyarakat (community based) 3. Praktis dan dapat dipakai sendiri 4. Tidak ada efek hormonal 4. Dapat mencegah kemungkinan penularan Penyakit Menular Seksual termasuk HIV/AIDS 5. Mudah dibawa 6. Kondom menggunakan pelicin/pelumas sehingga dapat menambah frekuensi hubungan seksual dan secara psikologis menambah kenikmatan 7. Kondom membantu suami yang mengalami ejakulasi dini. 8. Adanya jaminan pengawasan kualitas produksi bahwa produk layak dipasarkan. Sebelum dipasarkan kondom harus diuji di laboratorium dan harus memenuhi Standar Internasional yang ditetapkan oleh ISO (International Organitation Standardization), CEN (Comitee European de Normalization), dan ASTM (American Socienty for Testing and Materials). Apakah keterbatasan kondom ? 1. Kadang-kadang ada pasangan yang alergi terhadap karet kondom 2. Kondom hanya dapat dipakai satu kali 3. Secara psikologis kemungkinan mengganggu kenyamanan 4. Kondom kadaluarsa mudah sobek dan bocor. Bagaimana efektifitas kondom dalam mencegah kehamilan ? 1. Efektif sebagai kontrasepsi bila dipakai dengan baik dan benar 2. Angka kegagalan teoritis 3%, praktis 5 -20% 3. Sangat efektif jika digunakan pada waktu istri dalam periode menyusui (Lactation Amenorrhae Method) 4. Akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan sistem kalender. Dimana mendapatkan kondom ? Kondom dapat diperoleh di: 1. Apotik 2. Klinik KB 3. PPKBD/sub PPKBD 4. Pos KB Desa 5. Toko Obat 6. Pasar Swalayan 7. Puskesmas/puskesmas pembantu 8. Vending Machine Kondom. Disusun oleh : SURYA dari berbagai sumber.

Komentar Terakhir

Mr WordPress on SURYA,S WEBSITE

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.